Rabu, 19 Maret 2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.        Latar Belakang
Apa yang Anda lakukan terhadap baterai bekas? Hampir semua akan menjawab, membuangnya ke tempat sampah, bahkan ada yang membuang baterai bekas ke sembarang tempat. Kita tidak menyadari dan tidak peduli dampak dan pengaruh baterai bekas terhadap lingkungan dimana kita tinggal. Baterai bekas adalah limbah yang sangat berbahaya yang sebenarnya tidak boleh dibuang sembarangan.
Semua jenis baterai bekas seperti baterai remote, mainan, jam tangan, telepon seluler, kamera digital maupun baterai yang bisa dicharge (rechargeable) termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Bila dibuang sembarangan atau tidak didaur ulang, maka kandungan logam berat dan zat-zat berbahaya lain yang ada di baterai dapat mencemari air dan tanah, yang pada akhirnya membahayakan tubuh manusia.
2.        Rumusan Masalah
            Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yaitu:
1.                  Apa bahaya baterai bekas terhadap lingkungan?
2.                  Bagaimana cara mengatasi masalah pengaruh baterai bekas terhadap lingkungan?
3.                  Bagaimana cara sederhana dalam pendaurulangan baterai bekas?
4.                  Apa peran pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan masalah baterai bekas?



BAB II
ISI
I.          Apa Bahaya Baterai Bekas
Baterai bekas merupakan limbah yang sangat berbahaya yang sebenarnya tidak boleh di buang sembarangan. Semua baterai bekas seperti baterai remote, mainan, jam tangan, telepon seluler, kamera digital maupun baterai yang bisa di charge (rechargeable) termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Bercun).
Baterai bekas tidak hanya akan  menyebabkan polusi tetapi juga akan membahayakan sumber daya alam bila di buang sembarangan dan tidak di daur ulang. Sehingga kandungan logam berat dan zat-zat berbahaya yang terdapat di dalam baterai seperti logam berat merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium, dan kadmium akan mencemari air dan tanah, yang pada akhirnya akan membahayakan tubuh makhluk hidup.
Dalam aksi mikrooganisme, merkuri anorganik bisa diubah menjadi methylmercury, berkumpul dalam tubuh ikan yang kemudian dikonsumsi manusia. Methylmercury dapat memasuki sel-sel otak dan berdampak serius pada manusia. Salah satunya seperti merusak sistem saraf yang bisa membuat orang menjadi gila atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Ekskresi timbal juga sangat berbahaya pada tubuh manusia yang dapat menganggu fungsi ginjal dan fungsi reproduksi.
Bahan lain yang terdapat pada baterai yaitu kadmium, dapat mengkontaminasi tanah dan ait, yang kemudian juga di konsumsi manusia. Hal itu dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan gijal, dan juga dapat menyebabkan tulang lunak (osteomalasia) atau kecacatan tulang berat. Kadmium juga dapat menyebabkan keracunan kronis dan menjadi faktor penyebab emfisema (penyakit paru obstruktif kronik yang melibatkan kerusakan pada kantung udara di paru-paru), anemia (kurang darah), juga dapat menyebabkan kelumpuhan pada tubuh manusia.

II.      Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Pengaruh Baterai Bekas Terhadap Lingkungan Hidup
Cara mengatasi masalah pengaruh baterai bekas terhadap lingkungan hidup adalah sebagai berikut :
1.         Mengelola Sampah Baterai Bekas
Salah satu cara dalam mengatasi masalah pembuangan baterai bekas secara sembarangan yaitu dengan mengelola sampah baterai bekas. Limbah baterai bekas dikelola secara khusus dan terpisah dari sampah-sampah jenis lainnya. Hal tersebut dilakukan agar dapat menghindari masalah dalam pendaur ulangan limbah, karena tidak semua sampah di daur ulang dengan cara yang sama.
Di beberapa negara maju, dau ulang baterai dilakukan dengan sangat serius. Banyak negara di Eropa Barat, tidak hanya di toko-toko tapi juga langsung di jalan, dilengkapi dengan kota daur ulang baterai khusus dan menggunakan bahan daur ulang baterai.
            2.         Mendaur Ulang Limbah Baterai Bekas
            Banyak cara mendaur ulang limbah baterai bekas, baik dengan cara sederhana maupun berkelas besar seperti pada pabrik-pabrik daur ulang. Salah satu cara sederhana yang akan diutarakan adalah dengan menggunakan kulit pisang. Berikut akan di jelaskan cara pendaurulangan baterai bekas dengan pemamfaatan kulit pisang.
Pendaurulangan baterai bekas dengan pemamfaatan kulit pisang memerlukan bahan yaitu:
a.         Kulit pisang ambon atau pisang susu
b.         baterai bekas
            Sedangkan alat yang dibutuhkan yaitu :
a.         pisau
b.         Latex
c.          Masker
d.         Tang
e.         Multimeter (Voltmeter)
            Langkah-langkah yang dilakukan adalah:
1.         Siapkan semua bahan dan alat yang diperlukan. Gunakan Latex dan masker sebelum melakukan pendaurulangan.
2.         Potong kulit pisang menjadi sekecil mungkin.
3.         Buka tutup baterai (kutub positif (+)) menggunakan tang. Hati-hati batang karbon jangan sampai patah karena jika patah, pendaurulangan akan gagal.
4.         Keluarkan semua isi karbon, pembatas antara positif dan negatif jangan sampai robek atau rusak.
5.         Masukkan kulit pisang yang sudah di potong-potong dan tutup kembali tutup baterai dengan rapi.
6.         Cek tegangan listrik pada baterai dari kulit pisang menggunakan multimeter/voltmeter
7.         Jika menunjukkan adanya tegangan, maka pendaurulangan berhasil
3.         Sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya baterai bekas terhadap lingkungan
            Sangat perlu untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya baterai bekas yang selama ini dibuang begitu saja oleh beberapa orang. Tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahaya baterai bekas terhadap lingkungan. Baterai bekas itu sangat berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Diharapkan juga pemerintah peduli dan aktif dalam masalah bahaya baterai bekas ini. Pemerintah membuat suatu lembaga yang berbidang dalam masalah bahaya baterai bekas. Dengan membentuk lembaga tersebut, angka pengangguran pun dapat berkurang karena terdapat lapangan pekerjaan yang baru.
            Tidak hanya pemerintah, kita sebagai masyarakat juga harus ikut aktif membantu pemerintah dalam menagatasi masalah ini. Dengan jangan membuag baterai bekas dengan sembarang merupakan cara masyarakat mengatasi masalah bahaya baterai bekas.
            Pakar lingkungan Dr. R Budi Haryanto menuturkan ada beberpaa hal yang bisa di lakukan masyarakat untuk mengurangi dampak buruk dari pencemaran limbah baterai bekas, yaitu :
1.      Masyarakat harus disosialisasikan terlebih dahulu mengenai bahaya dari limbah B3 bagi kesehatan
2.      Mulailah untuk memisahkan limbah berbahaya seperti baterai bekas di rumah dengan menaruhnya di dalam plastik khusus dan terpisah dengan sampah lainnya
3.      Kumpulkan semua limbah bahan berbahaya di dalam tempat tertentu, misalnya di setiap satu RW ada satu tempat khusus untuk menampung sementara limbah berbahaya
4.      Saat pengelola sampah datang untuk mengambil sebaiknya mereka juga sudah memiliki kesadaran untuk tidak mencampur limbah berbahaya dengan sampah lainnya
5.      Setelah itu limbah B3 ini akan dikirimkan ke tempat pengelola limbah B3 yang sudah memenuhi standar.
Karena itu sosialisasi mengenai bahaya dari limbah B3 ini sangat penting untuk menyadarkan masyarakat agar jangan membuang limbah baterai bekas secara sembarangan sehingga tidak mencemari lingkungan yang bisa berdampak buruk pada kesehatan



BAB III
PENUTUP
Lingkungan perlu dilestarikan supaya diperoleh keadaan yang seimbang antara manusia. begitu banyak dampak yang ditimbulkan jika kita tidak memperhatikan keseimbangan alam yang digunakan sebagai tempat kehidupan. dampak negatif yang muncul berupa penyakit yang merugikan pada manusia seperti penyakit pernafasan, diare, kholera, thyphus, ascariasis dan lain-lain. Dampak positif lingkungan terhadap kesehatan memperoleh sumber energi untuk kebutuhan hidup. untuk pencegahan penyakit perlu dilakukan sanitasi terhadap lingkungan air, udara dan tanah, khususnya pengelolaan air minum dan air buangan secara terpadu.
Oleh karena itu, sosialisasi masyarakat tentang bahayanya membuang limbah baterai  sangat penting untuk masyarakat agar tidak membuang limbah baterai sembarang sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.  Banyak negara di Eropa Barat, tidak hanya di toko-toko tapi juga langsung di jalan, dilengkapi dengan kotak daur ulang baterai khusus dan menggunakan bahan daur ulang baterai 95 persen, khususnya dalam pemulihan logam bernilai tinggi.


Referensi

http://www.greenlifestyle.or.id/
http://health.detik.com/read/2011/03/17/134452/1594162/775/banyak-yang-tidak-tahu-bahaya-buang-baterai-bekas
http://i-y-b.blogspot.com/2013/05/go-green-daur-ulang-baterai-dengan.html

1 komentar:

  1. Di atas disebutkan
    " Banyak cara mendaur ulang limbah baterai bekas, baik dengan cara sederhana maupun berkelas besar seperti pada pabrik-pabrik daur ulang. Salah satu cara sederhana yang akan diutarakan adalah dengan menggunakan kulit pisang."

    saya masih awam. apakah kegunaan dari daur ulang cara ini ? apakah hanya bertujuan mendapatkan energi listrik kembali ?
    rudy -pedagang

    BalasHapus